Translate

Kamis, 05 November 2015

Mitos Hepatitis B

Mitos dan Fakta Hepatitis B
Sangatlah penting untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai hepatitis B. Dengan informasi yang tepat, dapat diketahui apakah kita beresiko terkena hepatitis B atau tidak.

Dapatkan fakta yang benar mengenai beberapa mitos yang kurang tepat mengenai hepatitis B :
  • Seseorang dapat terinfeksi hepatitis B bila mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi virus hepatitis B.
  • Hepatitis B merupakan penyakit yang jarang ditemui.
  • Pasien hepatitis B menyadari tentang penyakit mereka melalui gejala tertentu seperti kulit dan bagian putih bola mata yang berwarna kekuningan.
  • Hepatitis B tidak menyebabkan penyakit yang serius yang dapat mengakibatkan kematian. Penyakit liver yang parah atau kanker liver yang dapat mengakibatkan kematian.
  • Pasien yang terinfeksi hepatitis B akan berkembang menjadi hepatitis A atau hepatitis C.
  • Vaksin hepatitis B dapat mencegah pasien yang terkena hepatitis B menjadi lebih parah.
  • Hepatitis B merupakan penyakit turunan.

Mitos 1 :  
Seseorang dapat terinfeksi hepatitis B apabila mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus hepatitis B.
Fakta
Virus hepatitis B terdapat dalam darah dan cairan tubuh pasien hepatitis B. Seseorang dapat terinfeksi hepatitis B melalui sex bebas, menggunakan alat suntik bekas dan jarum tato bekas. Selain itu, wanita yang sedang hamil juga beresiko menyebabkan bayinya terinfeksi virus hepatitis B selama proses melahirkan.

Mitos 2 :
Hepatitis B merupakan penyakit yang jarang ditemui.
Fakta :
Hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang banyak ditemui di dunia. Lebih dari sepertiga penduduk dunia terinfeksi hepatitis B. Beberapa dari mereka bahkan terinfeksi hepatitis B kronis. Penting bagi kita yang beresiko terkena hepatitis B untuk melakukan pemeriksaan.

Mitos 3 :
Pasien hepatitis B menyadari tentang penyakit mereka melalui gejala tertentu seperti kulit dan bagian putih bola mata yang berwarna kekuningan.
Fakta :
Beberapa orang yang terkena hepatitis B kadang tanpa gejala. Oleh karena itu, perlu lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terinfeksi hepatitis B dan tentunya pemeriksaan darah untuk lebih meyakinkan.

Mitos 4 :
Hepatitis B tidak menyebabkan penyakit serius yang dapat mengakibatkan kematian. Penyakit liver yang serius atau kanker liver yang dapat mengakibatkan kematian.
Fakta :
Sekitar 90% kasus hepatitis B merupakan hepatitis B akut. Pada hepatitis B akut, pasien akan sembuh dalam waktu beberapa minggu atau beberpa bulan. Tetapi, sekitar 10% kasus merupakan hepatitis B kronis. Hepatitis B kronis dapat mengakibatkan penyakit liver yang lebih serius atau bahkan kanker liver.

Mitos 5 :
Pasien yang terinfeksi hepatitis B akan berkembang menjadi hepatitis A atau hepatitis C.
Fakta :
Terdapat beberapa tipe hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis yang berbeda. Hepatitis B tidak akan berubah atau berkembang menjadi hepatitis yang lain. Tetapi pasien hepatitis B dapat beresiko terinfeksi virus hepatitis yang lain.

Mitos 6 :
Vaksin hepatitis B dapat mencegah pasien yang terkena hepatitis B menjadi lebih parah.
Fakta :
Vaksin hepatitis B hanya efektif untuk mereka yang belum terkena hepatitis B. Untuk beberapa negara, vaksin hepatitis B bahkan diberikan kepada bayi yang baru lahir. Bagi mereka yang sudah terkena hepatitis B, yang diperlukan adalah pengobatan secara rutin.

Mitos 7 :
Hepatitis B merupakan penyakit turunan.
Fakta :
Hepatitis B bukan penyakit turunan. Seseorang dapat terkena hepatitis B bila melakukan kontak yang melibatkan tercampurnya darah atau cairan tubuh dari penderita hepatitis B.  Wanita hamil yang sedang terinfeksi hepatitis B akan beresiko menyebabkan bayinya juga terinfeksi selama proses melahirkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar